Buah Keta’atan Seorang Isteri

rosa-gallicaCerita ini terjadi di hari terakhir ramadhan 1429H. Saat itu seorang akhwat, sebut saja Fulanah, mengikuti i’tikaf di sebuah masjid bersama suaminya.

Awal i’tikaf hingga menjelang malam terakhir pergantian ke bulan syawal ia jalani dengan niat ikhlas mengharap keridhaan dan pahala dari-Nya.

Tak lupa suaminya selalu mengingatkannya untuk menyimpan baik-baik dompet, hp dan benda berharga lainnya, dikarenakan di masjid tersebut telah sering terjadi pencurian, mulai dari sandal  hingga beberapa sepeda motor pun tak luput dari pencurian. Pengurus masjid yang menginap di masjid pun pernah juga kecurian beberpa barangnya. Memang yang namanya maling tidak takut dosa ya.

Kembali ke fulanah, dia berusaha menjalankan apa yang diwanti-wanti suaminya itu, setiap malam sebelum tidur berjejer dengan akhwat lainnya di lantai masjid (yang terpisah jauh dengan ruang tidur ikhwan) ia jaga baik-baik barang berharga miliknya. Meskipun kadang ia berfikir apa iya ya ada orang yang nekad masuk tempat menginap akhwat dan mencuri, lagian ini masjid gitu lho! Tapi ditepiskannya perasaan tersebut karena teringat perintah suaminya itu. Yah menuruti apa kata suami pasti berpahala, begitu pikirnya.

Malam terakhir menjelang satu syawal pun tiba, teman-teman i’tikaf banyak yang berkurang karena telah mudik ke kampung masing-masing. Di hari itu hanya ada sembilan akhwat yang masih tersisa termasuk fulanah.

Malam semakin larut, lantunan bacaan Al-Qur’an yang terdengar dari jama’ah i’tikaf semakin menghilang. Fulanah pun mulai bersiap untuk tidur menyusul teman-temannya yang lain yang sudah lelap. Tak lupa ia sisipkan beberapa lembar uang miliknya dan kartu ATM di saku baju gamisnya. Hp ia matikan dan dimasukkan ke dalam tas kresek yang berisi pakaiannya.

Di sepertiga malam terakhir, seperti biasa fulanah dan jama’ah lainnya terbangun dan segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan qiyamul lail berjama’ah. Tak lama kemudian terdengar kasak-kusuk para akhwat bercerita tentang barangnya yang hilang.

Ternyata tak hanya satu akhwat yang kehilangan uang dan handphone, namun seluruhnya! Segera fulanah memeriksa tas kreseknya, jangan-jangan handphonenya juga hilang, ternyata masih utuh. Alhamdulillah, fulanah bersyukur. Uang dan kartu ATMnya juga masih ditempatnya.

Benar-benar keajaiban, hanya karena lindungan dari Allah lah fulanah menjadi satu-satunya orang yang selamat dari musibah itu. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika hp yang berisi nomer-nomer penting dan kartu ATM yang berharga itu raib disikat maling, pasti musibah besar bagi ia dan suaminya.

Rupanya malam itu mereka tidur terlalu lelap hingga benar-benar tidak menyadari ada pencuri yang menyatroni barang-barang berharga mereka.

Fulanah jadi teringat mungkin ini rahmat dari Allah yang Ia berikan kepadanya karena berusaha menjaga amanah yang diminta suaminya.

Yah, benarlah Allah dan Rasul-Nya bahwa ridha Allah tergantung kepada ridha suaminya. Semoga niatnya menaati suaminya (dalam perkara yang baik) sungguh-sungguh karena untuk mencari ridha Allah dan jannah-Nya. Amin

2 responses to “Buah Keta’atan Seorang Isteri

  1. Bismillah,

    Ahlan yaa ukhti,
    artikelnya banyak berbicara tentang bagaimana menjadi istri yang shalihah yaa…
    Semoga kita tetap istiqomah dalam menjalankan peran kita sebagai istri, ibu, anak, dan seorang muslimah.
    Yassarallahu umurakunna.
    Insya Allahu Ta’ala…

    • Alhamdulillah…jazakillah khair atas tanggapannya.
      Amin. atas do’anya ukhti…semoga artikel-artikel di blog ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian
      Amin. barakallahu fik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s