Sudah pas kah pertanyaan kita?

 

mountain-sun Seorang teman mengirim sms kepadaku yang bunyinya kurang lebih begini, “ukh kenapa ya ada orang yang berbicara menyakitkan hati, kenapa aku kok belum isi juga? padahal aku kan baru tiga bulan menikah, aku jadi kepikiran terus.” Ada juga seseorang yang pernah berkata, “kenapa ya dia kok belum nikah-nikah?”, ada juga yang nyeletuk ketika bertemu teman yang bawa bayinya, “Wah lucu banget bayi kamu tapi kok kulitnya item ya?”

Hmm…sebenarnya memang wajar sih pertanyaan dan ungkapan semacam itu karena keingintahuan seseorang mengenai apa yang terjadi dengan orang lainnya memang besar. Bagi seseorang yang cukup umur namun belum menikah, pertanyaan yang biasa dilontarkan adalah kok belum nikah juga? , yang sudah menikah, pertanyaannya kapan hamilnya?, yang sudah punya anak tapi belum hamil lagi, pertanyaannya, lho kok nggak nambah juga?, yang anaknya berkulit hitam atau berambut keriting atau yang berhidung kurang mancung, nah pertanyaannya kira-kira apa, tahu sendiri kan ?

Mungkin bagi yang bertanya sih memang wajar. wajar menurutnya tapi belum tentu bagi yang dikasih pertanyaan. Kita mungkin tidak sadar bahwa pertanyaan atau ungkapan semacam itu, walau cuma sekedar basa-basi atau ungkapan rasa ingin tahu kita namun begitu menghunjam bagi yang ditanya. pertanyaan kok belum nikah sih? kok belum hamil juga sih? kok anaknya begini sih? Menurutku pertanyaan semacam juga membuat bingung yang ditanya. Dia pasti juga bertanya sendiri, iya ya kenapa nggak ada ikhwan yang datang meminangku? kenapa aku belum hamil juga, ada apa denganku? kenapa anak pertamaku sudah besar tapi adiknya belum ada juga? kenapa anakku tidak secantik anak itu, dan seterusnya….

La haula wala quwwata illa billaah….hanya kepadaMu ya Rabii aku mengadu. Mengapa mereka menanyakan sesuatu hal yang menjadi wilayah kekuasaan-Mu? tidakkah mereka tahu bahwa kami juga tidak berdaya apapun dengan takdir yang Kau gariskan? kami juga tidak tahu harus bagaimana jika jodoh tak kunjung datang, jika anak belum juga hadir, jika anak kami berambut keriting atau bermata sipit atau berkulit hitam, memangnya apa kekuatan kami untuk mengatur semua yang menjadi keinginan kami? Semua ini sudah menjadi ketentuan-Mu, kami tak berdaya apapun, dan mengapa mereka menanyakan sesuatu yang menjadi wilayah takdir-Mu?

Okelah jika mereka bertanya, kok nilai ujianmu jelek? ya karena aku nggak belajar. Kok anakmu kelakuannya nggak sopan begitu? ya karena tidak diajari sopan santun. Nah kalau ini memang kesalahan kita sendiri. Tapi kalau pertanyaan-pertanyaan diatas??….

Seringkali kita tidak menyadari bahwa suami yang kita miliki sekarang bukanlah karena kita yang mengusahakan untuk bertemu kemudian menikah dengannya, tapi Allah-lah yang memberikan dia untuk kita. Kita kadang juga merasa hebat karena kita bisa hamil dan punya anak, namun kita lupa bahwa Dialah yang berkuasa menciptakannya, bukan kita. Kita juga seringkali bangga dengan cantiknya atau menggemaskannya bayi kita, namun kita tidak sadar bahwa Allah-lah yang menganugerahi semua itu pada bayi kita.

Memangnya kita bisa apa? Jika Allah mentakdirkan kita menikah pada usia yang wajar, apakah itu berarti kita hebat? Jika kita telah punya keturunan sementara yang lain belum apakah berarti kita hebat? apakah jika bayi kita sehat dan cantik dibandingkan dengan bayi yang lain berarti kita hebat?

Kita, manusia tak berdaya apa-apa….jika kita bertanya mengenai wilayah kekuasaan Allah sama saja kita mempertanyakan perbuatan-Nya.

Sekarang, sepertinya tidak perlu kita tanyakan kenapa teman kita kok nggak nikah-nikah juga, kenapa saudara kita kok belum hamil juga, kenapa anak teman kita kok hitam kulitnya, kenapa anaknya belum nambah juga…

Tak usahlah kita melontarkan pertanyaan semacam itu walau sekedar basa-basi, karena siapa tahu hatinya yang lembut menjadi sedih dikarenakan pertanyaan kita itu. Cukuplah kita mendo’akan saudari kita supaya Allah memudahkannya, supaya Allah memberi kesabaran padanya, karena apa yang kita miliki dan apa yang belum saudari kita miliki semuanya merupakan ketentuan takdir-Nya yang telah Ia tuliskan limapuluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi.

Semoga Allah mejadikan kita semua hamba yang senantiasa bersyukur dengan karunia-Nya dan senantiasa bersabar dengan ujian dari-Nya. Amin

4 responses to “Sudah pas kah pertanyaan kita?

  1. Bismillah,
    Umm, tulisannya bagus.
    Memang terkadang orang ada yang tidak sadar dengan apa yang dikatakannya. Apakah perkataannya menyinggung perasaan orang lain atau tidak.
    Tapi begitulah manusia yang memiliki fitrah untuk salah dan lupa.
    Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

  2. Semoga lisan kita selalu terjaga
    Dengan berfikir dulu sebelum berucap, insya Allah yang keluar adalah perkataan yang menyejukkan..

    oya, blog anti bagus juga..
    boleh di link kan?

  3. Umi,tlsanx menyentuh skali.sy sll mdpt prtnyaan ‘kok blm hamil jg’.prtnyaan ini sll mhantui sya,tkdg sya sadari bhwa smua adalh ktentuanNya,tp dsisi lain,prasaan ‘kok sya tdk spt mrka’ jg srg timbul.stlh sy mbaca tlsan ini,mdh2an hati sy lbh bsa menerima,insya4jj.dan sy cpt dberi baby.amin..

    • Alhamdulillah ukhti Dewi jika tulisannya bermanfa’at.
      Ukhti tidak sendirian, banyak dari saudari-saudari kita yang mengalami apa yg ukhti alami. Yang penting tidak usah dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Utamakan saja perbaiki kesabaran kita dalam menjalani ketentuan dari-Nya, karena pasti Allah yang lebih mengetahui tentang keadaan kita diri kita dari pada kita sendiri. Pasti ada hikmah dibaliknya yang belum mampu kita singkap.
      Saya sendiri pernah, bahkan sering mengalami salah satu dari lontaran pertanyaan di atas, namun percaya deh ukhti bahwa yang namanya KESABARAN pasti akan berbuah MANIS setelahnya.
      Oke?, senyum ya ukh ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s