Monthly Archives: July 2009

Surgaku dan Nerakaku

Duhai para istri yang mendamba Surga…
Engkau telah memiliki jalan yang mudah untuk meraihnya
Jika saja engkau muliakan suamimu dan memenuhi hak-haknya atasmu
Tapi engkau pun bisa memilih jalan lain
Ketika engkau lalaikan dirimu dari ridhanya
Maka bersiaplah menuai sengsara di Neraka

Risalah ini adalah motivasi untukku dan untukmu wahai saudariku, baik yang telah menikah, yang belum menikah, dan yang akan menikah. Suami adalah Surga dan Neraka bagi para istri. Melalui perantara suamilah para istri akan mendapatkan ‘hadiah’nya di akhirat kelak. Apakah keridhaan ataukah murka dari Rabbul ‘Alamin yang akan kita dapat…? Semua itu bermula dari bagaimana sikap kita terhadap suami. Maka perhatikanlah dengan seksama.
Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, suami ibarat raja dalam sebuah negara. Istri adalah wakil suami yang harus setia, istri adalah pelaksana semua hal yang diamanatkan padanya. Maka jagalah hal ini dengan sebaik-baiknya.
Wahai saudariku, ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan dalam sabdanya:
فَإِنِّيْ لَوْ كُنْتُ اَمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِاللهِ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَالَّـذِيْ نَفْسُ مَحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّيَ الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا
“Sesungguhnya, jika sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah, maka aku akan memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Maka demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya sehingga dia menunaikan hak suaminya.”[1]
Aduhai, alangkah besarnya hak suami terhadap istri-istrinya. Perhatikanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat agung di atas. Jika manusia dibolehkan sujud kepada manusia, maka yang paling berhak untuk itu adalah suami…
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun hingga bersumpah: Maka demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya sehingga dia menunaikan hak suaminya.
Tidaklah dikatakan seorang istri itu memenuhi hak Rabb-nya hingga dia memenuhi hak suaminya. Allahu Akbar…!
Banyak istri dan wanita yang telah lupa dengan pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada bibinya Hushain bin Mihshan ketika beliau bertanya tentang sikapnya terhadap suaminya:
فَانْطُرِيْ أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَجَنَّتُكِ و نَارُكِ
“Perhatikanlah olehmu, dimanakah engkau dari (memenuhi hak)nya, karena sesungguhnya dia (suamimu itu) adalah surgamu dan nerakamu.”[2]
Maka, suami itu adalah jalan para istri untuk meraih kenikmatan Surga atau menjadi sebab bagi para istri tenggelam dalam api Neraka. Manakah yang hendak engkau pilih wahai para istri…? Surgakah atau Nerakakah…?
Tahukah engkau, bahwa sedikit sekali kaum wanita yang akan menjadi penghuni Surga? Demikian khabar yang disampaikan oleh al-Mudzakir Muhammad bin ‘Abdullah ‘alaihish sholatu wa sallam dalam sabdanya:
إِنِّ أَقَلَّ سَاكِنِيْ الْجَنَّةِ النِّسَاءُ
“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah perempuan.”[3]
Bagaimanakah terjadi demikian?
Ketahuilah saudariku, para wanita yang menolak kenikmatan Surga adalah mereka yang durhaka kepada suaminya, kufur nikmat atas pemberian suaminya, dan lisan mereka banyak digunakan untuk melaknat.[4] Wal’iyyadzubillah…
Tidakkah terbetik dalam hatimu untuk menjadi kesayangan bagi suamimu? Untuk menjadi bidadari baginya di dunia dan akhirat? Dan dengannya engkau akan memperoleh ridha dari Rabb-mu yang amat berlimpah…
Habibullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan sosok istri yang baik bagi seorang suami[5]. Dan bagaimanakah seorang suami akan menolak istri yang seperti ini, sungguh suatu perkara yang mustahil…
عَنْ أَبِي هَرَيْرَةَ قَالَ: قِيْلَ لِرَسُوْ لُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟
قَالَ: الَّتِيْ تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِهَابِمَا يَكْرَهُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata: “Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Siapakah istri yang baik itu?’
Maka beliau menjawab: ‘Yang menyenangkan apabila dia dipandang dan menta’atinya apabila dia memerintahkannya, dan dia tidak pernah menyalahi suaminya pada dirinya dan hartanya yang suaminya tidak menyukainya.’”[6]

Tahukah engkau siapa istri yang baik itu…?
Yang telah disabdakan oleh Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya…
Istri yang baik adalah…
Yang apabila suami melihat dan memandang kepadanya…
Pasti akan menyenangkan suaminya…
Pasti akan menyejukkan pandangan mata suaminya…
Dan dirinya selalu berhias…
Wajahnya selalu berseri dan menenangkan hati…
Penampilan dan pakaiannya selalu menarik…
Dan pada semuanya…
Demi menunaikan hak suaminya…
Sehingga sang suami akan mengatakan, istriku sangatlah menarik…

Akan tetapi, bagaimana dengan istri yang tidak baik…
Istri yang tidak baik itu adalah…
Istri yang tidak menyenangkan apabila dipandang…
Wajahnya selalu cemberut dan merengut ketika bertemu dengan suaminya…
Dirinya selalu menyusahkan hati dan fikiran suaminya…
Pada penampilan dan pakaiannya selalu kusut dan tidak menarik…
Sikap dan tutur katanya keras dan kasar…
Sehingga ketika suami berada bersamanya, maka dia seolah berada dalam Neraka…

Suamiku, engkau adalah Surgaku dan Nerakaku. Maka apa lagi yang akan kuutamakan sebagai seorang istri selain memenuhi hak-hakmu atas diriku. Akan kujadikan engkau senantiasa ridha padaku. Akan kujaga amanat yang telah engkau embankan di pundakku. Dan tidaklah aku akan membantah perintahmu selain perintah untuk bermaksiat kepada Allah…
***
Demikianlah risalah sederhana ini tersusun dengan mengharap wajah-Nya. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para pengikutnya hingga yaumil akhir kelak.
Semoga Allah senantiasa melapangkan qulub-qulub yang sempit oleh syahwat dan syubhat kepada jalan kebenaran yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya ridwanullahu ‘alaihim ajma’in berada di atasnya.

Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.

Al-Faqir ila Rabbil ‘Arsyil ‘Azhim
Ummu Sufyan Rahma binti Muhammad

___________
Catatan kaki:
[1] Hadits shahih lighairihi. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1853), Ahmad (IV/381), Ibnu Hibban (no. 1290 – Mawaarid –).
[2] Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/341) dan al-Hakim (II/189).
[3] Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/427, 436 dan 443) dan Muslim (no. 2738).
[4] Al-Masaail (IX/159) oleh Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat, terbitan Darus Sunnah.
[5] Lihat Pernikahan dan Hadiah Untuk Pengantin karya Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat, terbitan Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
[6] Hadits shahih lighairihi. Diriwayatkan oleh Ahmad (II/251, 432 dan 438), an-Nasa’i (no. 3231 dan ini lafadznya) dan al-Hakim (II/161-162).

Tips Memilih Baju Bayi

Memilih busana untuk sang buah hati, apalagi yang masih bayi memang harus teliti. Pasalnya kulit bayi masih sangat sensitif. Salah memilih bahan atau pakaian bisa menjadi masalah nantinya.

Kulit adalah organ terbesar yang terdapat di permukaan yang selain menutupi hampir seluruh permukaan tubuh,juga mempunyai fungsi yang beragam dengan masalah kelainan yang dapat bersifat lokal atau setempat, serta dapat merupakan gejala penyakit berat.

Spesialis Anak dari Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Rini Sekartini Sp.AK mengatakan sel-sel yang terbentuk pada kulit anak masih belum sempurna. “Kulit bayi mudah sekali menyerap zat-zat yang menempel pada permukaan kulitnya. Zat-zat berbahaya tersebut bisa terdapat pada pakaian yang dikenakannya,” tutur Rini.

Untuk itu, menjaga kesehatan kulit bayi ini harus diperhatikan dari hal terkecil, misalnya bahan pakaian, tekstur, bentuk hingga ornamen yang terdapat pada pakaian bayi. Jika tekstur bahan pakaian bayi kasar maka friksi (pergesekan) antara kulit bayi dan bahan akan membuat kulit bayi iritasi. Kulit bayi mengandung kadar lipid yang tinggi sehingga memudahkan iritan melewati kulit.

“Friksi ini terjadi di antaranya antara pakaian dan kulit,atau bisa juga diaper dan kulit,” tutur Rini, yang juga tergabung dalam anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia unit kelompok kerja Tumbuh Kembang- Pediatri Sosial.

Kontak baju atau pakaian tidak hanya pada bagian tangan, tetapi juga hampir seluruh tubuh, untuk itu pilih pakaian anak yang aman dan nyaman untuk keseluruhan tubuhnya. Aman dalam arti tidak membahayakan, dilihat dari materi bahan pakaian yang digunakan, bahan yang terbaik adalah bahan katun, kemudian tidak luntur karena proses pewarnaan yang kurang tepat, tidak menimbulkan rasa gatal atau alergi di kulit serta patut diperhatikan penggunaan aksesori, pakaian jangan sampai membahayakan tubuh.

Pemilihan pakaian berbahan katun sangat baik untuk bayi, karena termostat (pengatur suhu tubuh pada jaringan kulit) belum bekerja optimal. Selain itu juga lapisan lemak belum terbentuk di minggu-minggu awal.

Sebaiknya kenakan pakaian hangat saat cuaca dingin dan tipis pada cuaca panas, serta sesuaikan dengan kondisi lingkungan anak. Faktor lain dari nyaman adalah pakaian harus memiliki sirkulasi udaranya yang baik, tidak terlalu ketat,berbahan lembut,dan dapat dengan mudah menyerap keringat. Selain itu, model pakaian pun harus diperhatikan, sesuaikan dengan usia bayi atau anak Anda nyaman menggunakannya.

”Cari model baju yang sederhana, dengan bahan yang sangat aman pada anak serta hindari menggunakan pakaian dengan banyak aksesori yang membahayakan anak,”papar Rini saat menghadiri acara penganugerahan sertifikasi Oeku-Tex® Standard 100 kelas 1 kepada Velvet Junior di Kidsport Pondok Indah, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Pilihlah pakaian anak dengan detail yang tidak ribet agar anak dapat bergerak bebas. Beberapa penelitian, dikatakan Rini menunjukan bahwa pemilihan pakaian yang kurang nyaman menyebabkan bayi tiba-tiba rewel atau sering menangis.

Tips Berpakaian Nyaman

Menurut Sales & Marketing Manager Velvet Junior, Chodijah produknya yang tergolong sebagai salah satu merek pakaian bayi dan anak dengan produk standardisasi Oeko-Tex® Standard 100 kelas 1 (dibaca: okotex). ”Standardisasi tersebut merupakan jaminan bahwa produk fesyen Velvet sangat nyaman untuk bayi dan anak-anak, sekaligus tidak menimbulkan iritasi pada kulit,” ucapnya saat menjadi pembicara pada acara penganugerahan sertifikasi Oeku-Tex® Standard 100 kelas 1 kepada Velvet JuniorJakarta.

”Para orangtua harus memilih busana yang nyaman dalam memilih pakaian bayi dan anak-anak dan perhatikan pula bahannya untuk kesehatan kulit,”ucap Chodijah.

Melalui standardisasi tersebut setiap pakaian dipastikan bebas dari zat pewarna yang mudah luntur, material berbahaya, zat kimia berbahaya serta model yang sesuai untuk bayi.

Beberapa hal yang juga ditekankan oleh Rini saat memilih pakaian untuk anak antara lain:
* Pilihlah pakaian bayi berbahan lembut dan longgar. Hal ini agar bayi dapat bergerak dengan leluasa.
* Pilih pakaian yang aman, dalam arti tidak membahayakan, dilihat dari materi bahan pakaian yang digunakan. Bahan yang terbaik adalah bahan katun, kemudian tidak luntur karena proses pewarnaan yang kurang tepat, tidak menimbulkan rasa gatal atau alergi di kulit.
* Perhatikan setiap detail pakaian. Hindari pakaian yang tedapat ornamen atau asesoris. Asesoris pada pakaian bayi bisa sangat berbahaya karena bisa saja tertelan saat bayo memainkannya.
* Pilih pakaian yang perawatannya mudah. (cr1/rin)
***

sumber: http://www.republika.co.id/berita/59990/Jeli_Pilih_Pakaian_si_Kecil