Tidak Semua yang Berjenggot itu Terrorris…

SunsetMelihat berita yang tengah gencar disiarkan di bumi pertiwi ini mulai dari pengeboman dua hotel di Jakarta hingga tindak pengepungan oleh datasemen khusus kepolisian terhadap  seorang oknum yang bersembunyi di dalam sebuah rumah di Jawa tengah yang diyakini sebagai gembong teroris yang paling dicari di negri ini, terus terang menimbulkan berbagai macam perasaan campur aduk di dalam hati saya.

Tentu saja saya tidak pernah setuju dengan tindakan suatu kelompok (siapapun dia) yang mengatas namakan “Perjuangan Islam” dalam menteror kedamaian hidup seseorang yang tidak berhak untuk mendapatkan perlakuan keji semacam itu. Meskipun dia orang kafir, di dalam Islam kita tidak boleh sembarangan membunuh bahkan melukai orang kafir yang tidak tengah berperang dengan kita. Semua ada batasan-batasannya,  dan kita tidak boleh sembarangan main bom sana-sini, apalagi sambil meledakkan diri sendiri.

Yang begitu saya sayangkan, betapa tindakan segelintir orang yang berbuat ‘menyimpang’ dari ajaran Islam ini dengan mengatas namakan ‘jihad’ telah menyeret kaum muslimin lainnya (yang berusaha meneladani sunnah-sunnah Nabi salallahu alaihi wa sallam)  menjadi bahan celaan dan hinaan dari sebagian masyarakat kita yang masih awam dengan Islam itu sendiri.

Contohnya yaitu, hanya karena ciri khas ‘para tersangka’ teroris tersebut berjenggot, berbaju koko, bercelana ngatung dan kemudian isteri-isterinya tersebut bercadar maka seolah-olah setiap orang yang berpenampilan demikian di cap sebagai teroris atau isteri-isteri teroris. Masya Allah…

Hal ini sering saya jumpai dalam komentar-komentar yang berseliweran baik di jagat internet ini maupun dalam kehidupan nyata. Mereka kaum muslimin yang berusaha nyunnah dengan mengikuti teladan kita Rasulullah salallahu alaihi wasallam dan Ummahatul Mukminin (isteri-isteri Nabi salallahu alaihi wa sallam)  seringkali mendapatkan cemoohan maupun pandangan sinis dari sebagian masyarakat kita. Bahkan ada beberapa yang berkomentar sungguh pedas, dan bahkan sampai taraf menghina sunnah Nabi tersebut berkaitan dengan penampilan beberapa kaum muslimah yang menjaga kehormatannya. Laa haula wa laa quwwata illa billah…

Baiklah, anggap saja mereka yang suka mencela tersebut memang benar-benar awam dan tidak paham akan ajaran Islam yang sebenarnya seperti masalah jenggot dan berpakaian yang sesuai syari’at  dimana ia merupakan suatu upaya untuk menghidupkan sunnah-sunnah Nabi. Namun sungguh sayang jika mereka menjadi salah paham hingga menyamaratakan bahkan mencurigai setiap ikhwan atau akhwat yang berpenampilan seperti itu sebagai teroris atau isteri teroris, bahkan sampai ketakutan jika anak-anaknya semakin getol ngaji, dan kemudian mengubah penampilannya menjadi seperti apa yang mereka sangka sebagai kelompok penjahat.

Inilah akibat dari kesalahan segelintir kaum Muslimin hingga mengakibatkan kaum Muslimin yang lain menjadi korban.

Penampilan (baca: tampilan fisik/cara berpakaian) orang-orang yang diduga sebagai teroris itu kita akui memang tidak menyalahi ajaran Islam, bahkan benar-benar sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Rasulullah salallahu alaihi wa sallam itu sendiri, seperti; memanjangkan jenggot, memendekkan celana di atas mata kaki, dan bagi akhwat yaitu bercadar yang meskipun hukumnya tidak wajib namun hal ini merupakan upaya untuk lebih menjaga aurat serta meneladani ummahatul mukmini (para isteri Rasulullah salallahu alaihi wa sallam) serta sebagian sahabiyah nabi.

Namun yang salah dari para pelaku yang disuga teroris ini adalah pemahaman mereka akan ajaran Islam. Rupanya apa yang mereka yakini tentang jihad sehingga berlanjut kepada pengeboman terhadap orang-orang yang tidak bersalah merupakan cerminan dari penyimpangan mereka akan ajaran Islam yang sesungguhnya. Itulah yang membedakan para teroris ini dengan sebagian kaum Muslimin yang benar-benar memahami ajaran Al-Qur’an dan Sunnah meskipun secara fisik mereka berpenampilan sama.

Karena itu hendaklah seseorang jangan sampai mencela ajaran Islam yang sebenarnya hanya karena ulah segelintir oknum yang berbuat kejahatan dengan mengatas namakan Islam. Sungguh Islam berlepas diri dari ajaran-ajaran sesat mereka.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni lisan-lisan kita yang terlanjur mengucapkan kata-kata yang tidak kita sadari telah menghina ajaran Islam yang mulia. Dan semoga Allah menunjuki saudara-saudari kita yang tengah berada di dalam ‘penyimpangan’ tersebut kembali ke dalam ajaran islam yang sesungguhnya. Amin

***

Jika pembaca ingin mengetahui bagaimana ajaran Islam yang sebenarnya  mengenai jihad, hukum bom bunuh diri, dll, silahkan klik disini

* semoga bermanfa’at *

3 responses to “Tidak Semua yang Berjenggot itu Terrorris…

  1. bismillah.
    kunjungan balik umm..iya setuju nih..
    masih banyak yang memandang sinis dgn cara kita berhijab..tapi kitanya yang harus sabar,semoga Allah memberi mereka hidayah..

    • iya, masih banyak yang belum paham jadinya kita yg harus sabar ya umm…Begitulah Islam pada awalnya dianggap asing (ghuroba) dan pada akhirnya akan dianggap asing juga. Semoga Alloh kuatkan para al-ghuroba. Amin
      Jazakillah khair umm, atas kunjungannya

  2. jadi apa dong?,kalau gitu,memang benar tapi kan itu perbuatan yng merugikan negara,tidak tepuji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s