Pelajaran dari Tragedi Sukhoi

Bismillah

Innalillahi wa innailaihi roji’uun…

Sepenggal kata itulah yang bisa terucapkan ketika mendengar berita kecelakaan pesawat Sukhoi yang menewaskan seluruh penumpangnya termasuk para awak pesawat tersebut.

Apa yang membuat hati paling miris ketika mengetahui berita ini,  padahal saya sendiri tidak mengenal para korban di pesawat tersebut?

Bukan karena begitu tragisnya kejadian tersebut yang mengakibatkan pesawat dan penumpangnya hancur luluh lantak menjadi serpihan yang berserakan (tanpa menghilangkan rasa hormat saya kepada keluarga korban), bukan hal tersebut yang membuat hati saya miris, namun al-Maut (kematian) yang tak disangka-sangka itulah yang seketika menghentakkan jiwa ini, yang  membuat diri ini tersadar betapa kita tidak pernah tahu kapan ajal itu akan datang.

Subhanallah…

Lihatlah foto-foto dan video mereka para awak pesawat dan penumpang yang diambil sesaat sebelum peristiwa tragis tersebut…..

Mereka begitu ceria, bersenang-senang dan terlihat gembira tanpa tahu kejadian apa yang sebentar lagi bakal menimpa mereka…..

Disini saya tidak berniat membuka aib apa yang mereka lakukan sebelum musibah ini terjadi, saya hanya ingin kita semua mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut, yaitu bahwasannya kita benar-benar buta tentang apa yang akan menimpa kita, kapan ajal kita tiba, dimana kita akan mati dan bagaimana kita meninggal…….kita sama sekali tidak tahu…

Dan sebagaimana kita juga tidak tahu apakah hari ini bakal hujan atau tidak, maka baiknya kita persiapkan payung sebelum meninggalkan rumah, kita persiapkan segala sesuatunya sebelum kematian menimpa kita karena kita tidak tahu apakah kita akan mati beberapa detik lagi, beberapa jam lagi, beberapa hari atau beberapa tahun lagi, yang pasti kita harus berbekal AMAL IBADAH sebanyak-banyaknya dan menjauhi DOSA sejauh-jauhnya…….dan sebaik-baik bekal adalah TAQWA

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah, dalam keadaan beribadah kepadaNya, dalam keadaan suami kita meridhai kita, dan semoga perkataan yang terakhir keluar dari mulut kita adalah “Laa illa ha illallaah, Muhamadar rosulullah…”

Allohumma Amin

“Robbana dzolamna anfusana wa ilam taghfirlana lanakunana minalghosirin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s